Kejenuhanku

August 26, 2007

Hari ini aku sedang tidak ingin menuangkan perasaanku dlm bentuk puisi ato bahasa yang penuh dengan kalimat kiasan, yang biasanya aku pakai kalo sedang ingin bercerita mengungkapkan apa yang aku rasakan.

Aku merasakan kejenuhan….jenuh yang aku tak tau memula darimana. Rutinitas aku yang itu-itu aja…membuat mood aku menjadi tidak stabil. Kebosanan yang terus memuncak,membuat aku seolah ingin terlepas dan bebas. Aku lelah…sangat lelah

Pengen banget bisa teriak sekeras – kerasnya….lari sekencang – kencangnya….menjauh sejauh – jauhnya. Tapi kalo teriak teriak nga jelas entar disangka orang gil (malu ah..). Pengen ke tempat yang sunyi…tapi takut nanti ada penampakan. Duh…bingung.

Aku memang tidak menyukai keramaian yang berlebihan. Tapi aku juga takut kesunyian. Kesunyian hanya membuat aku merasa sendiri dan kesepian.

Apa yang terjadi denganku? Kenapa kejenuhan ini terus menghantuiku?.

Adakah yang bisa membantuku?…

Mungkin kamu yang sedang membaca tulisanku ini,bisa menghapuskan kejenuhanku?

Hey…tolonglah aku..sekali ini saja. Aku mohon…!

 

 

 

 

 

 

Sepi ku

August 24, 2007

Gerimis tidak menidurkan danau. Hanya membuat cemara termangu.

Tidak bergoyang…

Tidak menangis…

Hanya sepi membasahi baju.

Di Tinggalkan Purnama.

August 21, 2007

Mentari menyibak gelap terasa lama. Janganlah kau takut untuk tersenyum. Beku dijiwa ini telah larut bagai es yang mencair. Haruskah bersedih karena telah di tinggalkan purnama?.

Menyebalkan…!!!!!!!!

August 18, 2007

Menyebalkan banget kalo harus berada diantara 2 pilihan yang menyulitkan.  Ditambah lagi tuduhan-tuduhan yang buat jadi bete.

Kapan sich kalo ada masalah buntu-buntunya nga harus kayak gini?

Haruskah?

August 17, 2007

Aku sudah bisa menerimamu sebagai sahabat ku…walaupun ku ingin lebih dari sekedar sahabat.

Tapi kenapa kau harus hadir lagi dalam sosok yang begitu aku inginkan?.

Memberikan aku harapan untuk menyayangimu lagi lebih dari seorang sahabat.

Tidakkah kau tahu,betapa beratnya untuk berusaha menganggapmu sebagai sahabatku dengan melawan semua perasaanku padamu?

Dan mulai menerima kenyataan kalo aku hanya bertepuk sebelah tangan karena mengharapan cintamu yang tidak pernah ada untukku.

Aku sudah bisa menerima semuanya…..!!!

tapi kenapa kau hadir lagi dengan semua hal yang pernah membuatku jatuh cinta dan menyayangimu? Kenapa harus terjadi kejadian malam itu? Kenapa aku tak bisa melupakan semuanya tentang malam itu?

Dengan membiarkan kau bebas berkeliaran dalam hati dan otakku.

Haruskah aku kembali merasakan sakit yang dulu pernah aku rasakan?