Setia

August 24, 2007

Seperti mentari, aku tak pernah bosan

tuk kembali mengulang tiap detik bersama anginmu yang setia.

Pun ketika rindu itu kembali resah,

aku masih setia menunggu semilir angin dari lembahmu.

 

(ungkapan hati terdalam)

Advertisements

7 Responses to “Setia”

  1. Ina :P said

    Huahuahua…
    Mo setia ama sapa…? wong fai hung…*salah
    wong pacar aja nga punya.
    *jomblo mode ON*

  2. gerry said

    dalemmm…..met weekend yah

  3. Ina :P said

    @ Gerry

    Ma kasih…jd Malu. Tp lbh daleman sumur dibelakang rumah kok. 😀

    Happy weekend too..!

  4. mamat said

    Hmm… dan mungkin kegalauan hatiku akan tak seindah waktu itu. Waktu ada sebuah perasaan yang sempat untuk diukir namun hilang bersama gelombang pasang malam purnama di pantai kuta yang menggigit sukma ku.

    *masih bisa ternyata gua 😀

    Salam kenal yah Ina 🙂

  5. Ina :P said

    @ mamat
    Bagus bgt…!

    Salam kenal juga. Ma kasih dah mampir 😀

  6. cie ;p said

    Huahahahhaha… kubaca berkali2 dan kutetap tak mengerti maksud dari hatimu yg terdalam ini….
    ah sudah pudar ternyata kemampuanku membaca kata2 indah seperti ini….

  7. Ina :P said

    @ Cie
    Nga perlu dimengerti kok. cukup dirasakan aja.
    kl nga bisa juga dirasakan. yach berarti kemampuan kamu dah benar2 pudar
    Hahahaha….
    Becanda Cil…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: